Biro Kemahasiswaan
Universitas Muhammadiyah Malang
Biro Kemahasiswaan
Universitas Muhammadiyah Malang

Sugiri Syarief: Dimulai dari Muhammadiyah, Semuanya Akan Bisa

Author : Administrator | Jum'at, 06 Juli 2012 17:52 WIB
 
 
UMM-Jambore Nasional Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) resmi dibuka oleh Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. dr. Sugiri Syarif, MPA (6/7). Jambore Nasional PIK Mahasiswa ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan dilingkungan Perguruan Tinggi di Indonesia. Bertempat di Basement Dome UMM, sebanyak 355 peserta perwakilan dari 30 provinsi seluruh Indonesia turut hadir. Dalam pembukaan tersebut, hadir pula Direktur Bina Ketahanan Remaja (Dithanrem), Indra Wirdhana S.H, M.M, BKKBN Jawa Timur, pejabat eselon I dan II BKKBN, Badan Koordinator Wilayah Malang, perwakilan Wali Kota dan Bupati se-Malang Raya, dan Rektor UMM, Muhadjir Effendy.  

Dalam sambutannya, Direktur Dithanrem, Indra Wirdhana, mengatakan bahwa Jambore Nasional PIK Mahasiswa ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas dan keterampilan, menumbuhkan semangat baru, dan meningkatkan komitmen partisipasi mahasiswa PTM se-Indonesia. “Fungsi khususnya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola PIK, memotivasi  mahasiswa untuk meneruskan program PIK, dan meningkatkan komunikasi pengelola PIK di wilayah masing-masing,” ujar Indra Wardhana dihadapan ratusan peserta yang memenuhi Basement Dome.

Mengangkat tema GenRe Save my Life, Jambore Nasional PIK Mahasiswa akan berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 6-9 Juli 2012. Selama kegiatan, seluruh peserta akan mendapat pembekalan dari para pakar, menyiapkan program, mengikuti lomba media penyuluhan GenRe, lomba cerdas ceria, dan pentas seni  GenRe.  

Sementara itu, Rektor UMM, Muhadjir Effendi, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada BKKBN yang telah menjadikan PTM sebagai pintu pembuka untuk menyukseskan program PIK Mahasiswa. “Bukan hanya dilingkungan PTM, tapi ini merupakan yang pertama dilingkungan perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, bahwa no drugs, no free sex, no violence, dan no cry merupakan peraturan yang juga diterapkan untuk mahasiswa UMM. “Jika ada yang melanggar, peraturannya berat, akan dikeluarkan dari UMM,” tegas Muhadjir. Ia juga berharap agar materi PIK Mahasiswa nantinya bisa ditambahkan pada Program Pelatihan Kepribadian dan Kepemimpinan yang ada di UMM.

Kepala BKKBN Pusat, Sugiri Syarief, juga berharap untuk kedepannya agar PIK Mahasiswa bisa lebih baik lagi. Hal ini untuk menggerakkan mahasiswa demi kepentingan diri sendiri dan bangsa Indonesia. PIK di lingkungan mahasiswa, khususnya di PTM berupaya untuk memberi penjelasan mengenai Keluarga Berencana (KB), agar dapat mempersiapkan diri dalam menapaki kehidupan baru dalam membangun keluarga yang sejahtera.

“Saat ini permasalahan remaja di Indonesia sangat kompleks. Sebanyak 27,6% (64 juta jiwa) rentan terkena penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan HIV/AIDS. Begitu juga dengan usia perkawinan perempuan, rata-rata masih berumur 19,8 usia kawin pertama, padahal minimal usia perkawinan untuk perempuan minimal 21 tahun. Itu semua merupakan tantangan yang dihadapi PIK Mahasiswa agar mereka dapat membentuk generasi bangsa yang lebih baik lagi,” ujar Sugiri Syarief.

Menurut Sugiri Syarief, mahasiswa merupakan calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. “Oleh karena itu, mari kita hindari drugs, HIV/AIDS, dan free sex untuk masa depan kita semua. Dimulai dari Muhammadiyah, semuanya akan bisa,” tambah Sugiri Syarief.

Pada bulan Desember 2012 mendatang, BKKBN juga akan menjadi tuan rumah pada pertemuan global tentang generasi muda. “Saya  berharap generasi muda Indonesia memiliki pengaruh dan warna pada pertemuan tersebut. Harapan saya ialah 25 orang wakil dari Indonesia bisa diambil dari peserta Jambore Nasional PIK Mahasiswa ini,” tuturnya disambut tepuk tangan peserta yang hadir.

Dalam berbagai petemuan, Sugiri swlalu mengajak kepada seluruh peserta agar menjadikan keluarga sebagai wahana utama untuk membangun karakter bangsa. Ia berharap kepada mahasiswa, untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang bisa dicontoh oleh negara lain. “Oleh karena itu, mari kita mulai dari keluarga untuk mendidik anak-anak kita. Salah satu pendekatan yang kita lakukan adalah memberikan waktu dan ruang yang seluas-luasnya untuk mengakses hal kesehatan keluarga yang lebih penting,” tambah Sugiri Syarief.

Menurut Sugiri Syarief, jumlah total PIK saat ini mencapai 15.751. Sebanyak 453 diantaranya PIK Mahasiswa. “Setelah pulang dari acara jambore Nasional ini, diharapkan seluruh peserta mampu memberikan sosialisasi kepada mahasiswa lain dan masyarakat,” ucap Sugiri Syarief mengakhiri.

Sementara itu, Eko Makmur Ridho, peserta Jambore Nasional PIK Mahasiswa Muhammadiyah asal Lampung, mengatakan bahwa kedatangannya ke UMM telah dipersiapkan dengan baik. “Bersama 36 orang dari 9 PTM yang ada di Lampung, kami telah mempersiapkan tim teater dan puisi untuk lomba karya seni, yel-yel, tim lomba mading, dan akan membuka bazar hasil karya teman-teman PIK Mahasiswa PTM Lampung. Kami optimis membawa hasil yang baik di UMM,” terang Eko yang sangat bersyukur bisa melihat kampus UMM secara langsung. mam/lia
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image