Cirebon, 25 Juni 2025 — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah dari berbagai daerah berkolaborasi dalam kegiatan SILAT APIK PTMA yang diselenggarakan pada 23–24 Juni 2025 di Universitas Muhammadiyah Cirebon. Kegiatan ini menjadi wadah kreatif bagi para mahasiswa untuk mengangkat kekayaan budaya lokal, khususnya wisata Kesultanan Kasepuhan Cirebon, melalui media digital.

 

Sebelum kompetisi berlangsung pada 24 Juni, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan berupa workshop pada 23 Juni 2025. Workshop ini menghadirkan dua pemateri inspiratif di bidang kreatif digital: Pak Naji, content creator yang dikenal lewat kanal Dosen Bocil, serta Pak Acil, kreator di balik persona Si Dosen Skena. Keduanya memberikan wawasan tentang storytelling visual, tren konten digital, dan strategi menjangkau audiens muda melalui platform seperti TikTok.

 

Dalam kompetisi Content Digital Creation kategori sinematografi, kolaborasi mahasiswa berhasil meraih Juara 2 dengan karya konten sinematik yang menggambarkan pesona sejarah dan nilai budaya di kawasan Kasepuhan Cirebon. Konten tersebut dipublikasikan melalui platform TikTok dan mendapat respons positif dari peserta dan juri.

 

Melalui pendekatan visual yang kreatif dan naratif yang kuat, para mahasiswa tidak hanya mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga menyuarakan pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah era digital. Proyek ini sekaligus menjadi bukti bahwa anak muda dapat menjadi agen perubahan dalam memperkenalkan budaya daerah ke khalayak luas.

 

Digitalisasi konten budaya menjadi langkah strategis untuk menjembatani generasi muda dengan warisan leluhur. Dengan cara ini, budaya tidak hanya dikenang, tetapi juga hidup dan relevan.

 

Kegiatan ini juga mempererat jejaring antar perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai pelopor inovasi berbasis kearifan lokal.