Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang dikenal sebagai “Kampus Putih,” kini telah bertransformasi menjadi magnet pendidikan global. Berdasarkan data terbaru tahun 2025, UMM terus memperkuat posisinya sebagai kampus inklusif yang menjadi pilihan utama bagi mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

Berikut adalah narasi informasi mengenai keberadaan mahasiswa asing di UMM:

1. Lonjakan Pendaftar dan Asal Negara

Pada tahun akademik 2025/2026, UMM mencatat peningkatan signifikan dengan lebih dari 2.000 calon mahasiswa asing yang mendaftar. Mereka berasal dari 62 negara yang tersebar di lima benua. Beberapa negara dengan pengiriman mahasiswa terbanyak antara lain:

2. Program Beasiswa dan Jalur Masuk

Daya tarik UMM di kancah internasional tidak lepas dari berbagai skema dukungan finansial yang ditawarkan, baik melalui program pemerintah Indonesia maupun internal kampus:

3. Ekosistem Pendukung dan Fasilitas Internasional

UMM menyediakan fasilitas khusus untuk membantu mahasiswa asing beradaptasi dan berkembang:

4. Pengalaman Budaya dan Inklusivitas

Narasi dari para mahasiswa asing sering kali menyoroti keramahan masyarakat Malang dan iklim akademik yang terbuka. Sebagai contoh, banyak mahasiswa non-muslim (seperti dari Vietnam atau Thailand) yang merasa nyaman belajar di lingkungan UMM karena prinsip inklusivitasnya. Mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga aktif dalam: