
Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Universitas Sabah Malaysia sukses menyelenggarakan International Conference of Asian Student 2025 (ICAS’25) pada 15–19 September 2025. Kegiatan ini menjadi forum akademik sekaligus ajang kolaborasi mahasiswa dari kedua perguruan tinggi.
Selama lima hari, konferensi diisi dengan panel session, sharing session, hingga presentasi paper dari mahasiswa. Berbagai topik strategis terkait isu-isu Asia kontemporer, kepemimpinan, hingga inovasi sosial menjadi bahan diskusi yang memperkaya wawasan peserta.
Dari pihak Universitas Muhammadiyah Malang, kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni dan Wakil Rektor Bidang IV. Kehadiran pimpinan UMM menunjukkan komitmen kampus dalam memperkuat jejaring internasional serta mendorong mahasiswa agar aktif di level global.
Selain agenda akademik, peserta ICAS’25 juga berkesempatan melakukan kunjungan ke beberapa unit usaha UMM, seperti Taman Rekreasi (TR) Sengkaling, untuk melihat pengelolaan bisnis kampus berbasis praktik nyata. Tidak hanya itu, delegasi dari Universitas Sabah Malaysia juga mengunjungi Sekolah Menengah Muhammadiyah, sebagai bentuk pembelajaran tentang sistem pendidikan Muhammadiyah yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan modernitas.
Dalam sambutannya, perwakilan UMM menegaskan bahwa ICAS’25 tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk memahami praktik kewirausahaan dan pendidikan Muhammadiyah. Sementara itu, pihak Universitas Sabah Malaysia menilai kerja sama ini menjadi awal yang baik untuk mengembangkan kolaborasi lebih lanjut, baik di bidang penelitian, pertukaran mahasiswa, maupun pengabdian masyarakat lintas negara.
Dengan terselenggaranya ICAS’25, UMM kembali membuktikan perannya sebagai kampus berwawasan internasional yang konsisten mendukung mahasiswa untuk berkiprah dan berdaya saing di kancah global.