
MALANG – Atmosfer kolaborasi menyelimuti Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis pagi, 9 April 2026. Dalam semangat sinergi antarperguruan tinggi, UMM menerima kunjungan resmi dari jajaran pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Kunjungan strategis ini difokuskan pada pertukaran wawasan mengenai implementasi Abdidaya Ormawa, sebuah ajang bergengsi pengabdian masyarakat oleh organisasi kemahasiswaan.
Eksplorasi Kampus dengan Nuansa Keakraban
Agenda dimulai pukul 10.00 WIB dengan kegiatan Campus Tour. Delegasi UMI diajak berkeliling menikmati lanskap asri dan fasilitas modern UMM menggunakan mobil golf ikonik kampus. Perjalanan singkat ini tidak hanya menunjukkan kemajuan infrastruktur, tetapi juga menjadi momen diskusi santai namun subtansial sebelum memasuki sesi formal.
Pertemuan Hangat di Ruang Sidang WR III
Rombongan tamu yang berjumlah enam orang tersebut disambut langsung oleh Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT., didampingi oleh Ketua dan Wakil Ketua Panitia KKI serta Abdidaya UMM 2025. Pertemuan yang berlangsung khidmat di Ruang Sidang WR III ini menjadi panggung bagi kedua institusi untuk mendalami praktik terbaik (best practices) pengelolaan organisasi mahasiswa.
Adapun delegasi dari Universitas Muslim Indonesia yang hadir adalah:
-
Dr. Ilham Abbas, SH., M.H. (Asisten Wakil Rektor II UMI)
-
Dr. Ir. Anshariah., ST., MT., IPP (Asisten Wakil Rektor III UMI)
-
Alwiah Al Muhdar, S. Psi., M.Si. (Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni UMI)
-
Dr. Andika Pramukti, SE., M.Ak. (Ka.Bid Minat Bakat UMI)
-
Dr. Herwin., S.Farm., M.Si. (Wakil Dekan II Fakultas Farmasi UMI)
-
Munawir Nasir., SE., MM. (Wakil Sekretaris Lembaga Pemeriksa Halal UMI)
Bedah Keberhasilan Abdidaya 2025
Inti dari kunjungan ini adalah pemaparan mendalam mengenai pelaksanaan Abdidaya 2025 di UMM. Sebagai tuan rumah yang sukses menyelenggarakan berbagai ajang nasional, UMM membagikan peta jalan (roadmap) mulai dari proses seleksi internal, pendampingan intensif bagi ormawa, hingga strategi pengabdian masyarakat yang berdampak nyata dan berkelanjutan.
Kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik kedua universitas, sekaligus menjadi pemantik inovasi bagi organisasi kemahasiswaan dalam merancang program-program pengabdian yang lebih transformatif di masa depan.