KEEROM, PAPUA – Gemuruh suara knalpot dan kepulan debu di lintasan ekstrem Kabupaten Keerom menjadi saksi bisu atas kehebatan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Javier Bhagawanta. Dalam ajang balap motor paling bergengsi di wilayah timur Indonesia, Keerom Cup Motorcross GrassTrack 2026, Javier tidak hanya sekadar berpartisipasi, melainkan benar-benar mendominasi jalannya perlombaan yang berlangsung sangat ketat selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Mei 2026.

Tampil di hadapan ribuan pasang mata masyarakat Papua yang antusias, Javier menunjukkan kelasnya sebagai pembalap muda berbakat yang memiliki teknik tinggi dan mental baja. Perjuangannya untuk meraih gelar tertinggi tidaklah mudah, mengingat ia harus bersaing dengan jajaran pembalap top dari berbagai daerah di Tanah Papua. Namun, stamina yang prima dan strategi balap yang matang membuatnya tampil superior di berbagai kelas yang berbeda karakteristiknya, mulai dari mesin standar hingga mesin modifikasi yang menuntut keahlian khusus.

Superioritas Javier mulai terlihat jelas saat ia berhasil mengasapi lawan-lawannya dan finis di posisi pertama pada kelas bergengsi Sport dan Trail. Tidak berhenti di situ, konsistensi Javier terus teruji saat ia berganti tunggangan untuk bertarung di kelas Trail Standar 4L 155cc serta kelas Bebek Standar 2T & 4T Open, di mana pada kedua kategori ini ia sukses mengamankan podium kedua. Kehebatannya dalam mengendalikan berbagai jenis motor semakin terbukti ketika ia juga berhasil menyabet juara ketiga di kelas Trail, posisi keempat di kelas Bebek Modif 4T Tune Up, hingga tetap mampu bersaing di barisan depan dengan menempati juara kelima pada kelas paling menantang, yakni Special Engine 125-250 cc.

Rentetan trofi yang ia kumpulkan dari berbagai kelas tersebut membuat akumulasi poinnya menjadi yang tertinggi di kategori usia bawah 23 tahun. Atas pencapaian luar biasa tersebut, panitia Keerom Cup 2026 secara resmi menobatkan Javier Bhagawanta sebagai Juara Umum U-23 se-Tanah Papua. Puncak dari keberhasilan ini ditandai dengan penyerahan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor yang menjadi simbol supremasi Javier sebagai raja lintasan di kejuaraan tahun ini.

Kemenangan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Javier dan juga bagi civitas akademika UMM. Keberaniannya untuk terbang jauh ke Papua dan bertarung di medan yang asing membuktikan bahwa mahasiswa UMM memiliki daya saing nasional yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Javier telah menunjukkan bahwa batas geografis bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi, asalkan disertai dengan kerja keras dan persiapan yang matang.

Gelar Juara Umum yang dibawa pulang oleh Javier ini diharapkan menjadi inspirasi besar bagi mahasiswa lainnya di Kampus Putih untuk terus mengejar impian di bidang apa pun, baik akademik maupun non-akademik. Keberhasilan Javier di Keerom Cup 2026 menjadi bukti nyata bahwa dengan semangat pantang menyerah, seorang mahasiswa mampu menaklukkan tantangan sekeras apa pun, bahkan di lintasan motocross yang penuh rintangan sekalipun. Selamat untuk Javier Bhagawanta, sang penakluk debu dari UMM yang kini bersinar terang di Tanah Papua!